Artikel

Postingan oleh tim SMP ALMIRA

Semua postingan di kategori News

Card image cap
Pengaruh Game Online terhadap Waktu Belajar dan Interaksi Sosial Siswa

Postingan oleh. SMP ALMIRA di kategori News pada

27 November, 2025 | 09:18:18

‎Perkembangan teknologi telah membuat game online menjadi bagian dari kehidupan banyak siswa. Di satu sisi, game menyediakan hiburan, tantangan kognitif, dan ruang sosial baru; di sisi lain, penggunaan yang berlebihan berpotensi mengurangi waktu belajar dan mengubah pola interaksi sosial siswa. Artikel singkat ini membahas bagaimana game online memengaruhi durasi belajar dan hubungan sosial siswa serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan. ‎ ‎Dampak pada waktu belajar umumnya terlihat pada pengurangan waktu yang dialokasikan untuk tugas sekolah, latihan, dan pembelajaran mandiri. Penelitian menunjukkan bahwa siswa yang menghabiskan waktu bermain lebih lama — terutama >30 jam per minggu — cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih rendah, nilai yang menurun, dan pengurangan waktu tidur yang pada gilirannya mengurangi efektivitas belajar. Pola ini tampak konsisten pada studi internasional dan beberapa penelitian di Indonesia. ‎ ‎Selain kuantitas waktu, kualitas belajar juga bisa terganggu. Bermain pada jam malam atau terus-menerus menunda pekerjaan akademik menciptakan kondisi lelah dan sulit berkonsentrasi saat jam sekolah berikutnya. Gangguan tidur (insomnia ringan hingga gangguan ritme tidur) yang disebabkan oleh bermain larut malam juga dilaporkan berkaitan dengan penurunan motivasi dan kemampuan kognitif sehari-hari. ‎ ‎Di sisi interaksi sosial, pengaruh game online bersifat ambivalen. Banyak game online modern (MMO, game tim kompetitif) justru menyediakan ruang sosial bagi pemain untuk berkomunikasi, bekerja sama, dan membangun persahabatan — terutama bagi siswa yang pemalu atau sulit bersosialisasi secara langsung. Bagi sebagian anak, game menjadi medium latihan keterampilan sosial dalam konteks virtual. Namun, ketika permainan menjadi dominan, interaksi tatap muka dapat berkurang, menyebabkan isolasi sosial atau penurunan keterampilan komunikasi antarpribadi. ‎ ‎Risiko kecanduan juga penting diperhatikan. WHO mengakui gaming disorder sebagai pola perilaku yang bermasalah ketika prioritas bermain menggeser aktivitas penting lain (sekolah, hubungan keluarga) dan menyebabkan konsekuensi negatif yang berkelanjutan. Identifikasi dini — seperti kehilangan kontrol, peningkatan waktu bermain meski merugikan, dan gangguan fungsi sosial/akademik — membantu guru dan orang tua mengambil tindakan cepat. ‎ ‎Langkah pencegahan praktis meliputi: pembatasan waktu layar yang konsisten, pengaturan jadwal belajar dan istirahat, pendidikan literasi digital bagi siswa tentang penggunaan sehat, serta komunikasi rutin antara sekolah dan orang tua. Di sekolah, guru bisa mengintegrasikan aktivitas ekstra-kurikuler yang menggantikan waktu bermain berlebihan dan mengajarkan manajemen waktu; sementara orang tua perlu mengawasi waktu bermain dan memastikan tidur cukup. Beberapa penelitian lokal juga menekankan perlunya program edukasi untuk menurunkan risiko kecanduan dan menjaga prestasi akademik. ‎ ‎Kesimpulannya, game online bukan sekadar ancaman atau solusi tunggal: efeknya bergantung pada durasi, jenis permainan, konteks sosial, dan pengawasan lingkungan. Dengan kebijakan waktu yang bijak, pendidikan literasi digital, dan keterlibatan orang dewasa, dampak negatif pada waktu belajar dan interaksi sosial siswa dapat diminimalkan, sementara manfaat sosial-kognitif yang positif tetap dimanfaatkan. ‎ ‎Sumber: ‎ ‎1. Mahmud S., Online gaming and its effect on academic performance of ... (PMC). ‎ ‎ ‎2. World Health Organization — Gaming disorder / ICD-11 (WHO). ‎ ‎ ‎3. Studi Universitas Negeri Semarang / penelitian lokal tentang dampak game online dan prestasi akademik (UNNES). ‎ ‎ ‎4. Kowert R., The Relationship Between Online Video Game ... (analisis sosial dan manfaat interaksi game). ‎ ‎ ‎5. Penelitian/tesis lokal tentang pengaruh game online dan perubahan pola tidur/perilaku (STKIP Pacitan / repositori lokal). ‎ ‎Artikel Ini Dirangkum Oleh:Abizar Alghifari Ramdhan

Baca lebih lanjut
Card image cap
pengaruh game online terhadap waktu belajar dan interaksi sosial siswa

Postingan oleh. SMP ALMIRA di kategori News pada

27 November, 2025 | 09:10:23

game online sekarang sudah jadi bagian besar dari kehidupan banyak anak smp karena hampir setiap hari mereka melihat teman temannya main game dan malah ikut main juga apalagi sekarang internet cepat dan hp gampang didapat jadi game bisa dimainkan kapan saja dan di mana aja hal ini membuat banyak siswa lebih sering main game daripada membuka buku pelajaran terutama kalau mereka sedang punya game favorit yang lagi seru untuk dimainkan karena sering main game banyak penelitian menemukan kalau waktu belajar jadi terganggu misalnya penelitian dari cahyani dan friyatmi menjelaskan kalau kecanduan game online bisa menurunkan prestasi sekolah karena anak anak jadi susah berkonsentrasi saat pelajaran berlangsung mereka gampang lelah kurang fokus dan sering mengantuk karena malamnya dipakai untuk bermain dan akibatnya ketika guru menjelaskan materi mereka tidak bisa menyerap informasi dengan baik di sdn sembaturagung 01 guru guru juga mengatakan banyak siswa yang lebih memilih main game daripada mengerjakan pr beberapa siswa bahkan mengaku sengaja menunda tugas karena ingin menyelesaikan pertandingan atau misi di dalam game akhirnya pr dikerjakan terburu buru atau malah lupa dikerjakan sama sekali hal seperti ini membuat nilai tugas menurun dan ritme belajar jadi berantakan jurnal pendas dari universitas pendidikan indonesia juga menyebutkan bahwa bermain game berlebihan bisa mengganggu daya serap pelajaran meskipun ada game yang bisa melatih strategi atau kecepatan berpikir hal itu tidak akan bermanfaat kalau waktu bermain tidak dibatasi karena tubuh dan pikiran yang lelah tidak bisa digunakan untuk belajar secara optimal pengaruh game online juga terlihat pada interaksi sosial penelitian dari wijaya soesilo dan tagela menunjukkan bahwa banyak remaja lebih nyaman berkomunikasi di dunia game daripada berbicara secara langsung di dunia nyata mereka sering aktif dalam voice chat atau chat game tetapi ketika berhadapan langsung dengan teman sebaya mereka menjadi lebih pendiam atau canggung ini menunjukkan bahwa kebiasaan berinteraksi di ruang virtual dapat mengurangi kemampuan komunikasi tatap muka penelitian dari pratiwi dan yusnaldi dalam jurnal basicedu juga menemukan bahwa anak yang terlalu banyak bermain game dapat mengalami penurunan empati mereka menjadi kurang sensitif terhadap perasaan orang lain dan terkadang tidak ingin terlibat dalam kegiatan sosial di sekolah atau lingkungan sekitar mereka lebih memilih menghabiskan waktu sendiri di depan layar meskipun dalam game mereka terlihat aktif di tingkat mahasiswa penelitian dari pujiyana dan rekan-rekan menunjukkan bahwa game online dapat membuat mahasiswa kurang aktif berorganisasi karena mereka merasa lebih nyaman bersosialisasi secara digital daripada bertemu langsung di kampus meskipun begitu game online tidak sepenuhnya buruk artikel dari kompas menjelaskan bahwa game yang bersifat kerja sama dapat membantu meningkatkan kemampuan komunikasi kerja tim dan rasa percaya diri beberapa anak bahkan bisa mendapatkan teman baru karena mereka memiliki minat yang sama dalam bermain game jadi game sebenarnya bisa memberikan manfaat selama penggunaannya tidak berlebihan karena itu game online perlu dimainkan dengan batas yang jelas agar tidak mengganggu waktu belajar dan tidak mengurangi kemampuan berinteraksi secara langsung dengan orang lain selama waktu bermain diatur dengan baik game tetap bisa menjadi hiburan yang menyenangkan dan bermanfaat kadang juga ada siswa yang sebenarnya mau mengurangi main game tapi susah karena sudah jadi kebiasaan setiap hari apalagi kalau teman teman dekatnya juga main karena itu jadi mereka merasa harus ikut supaya tidak ketinggalan ini bikin mereka makin sulit mengatur waktu padahal kalau mereka bisa ngurangin sedikit saja mereka masih bisa main game tapi tetap punya waktu cukup buat belajar dan ketemu teman secara langsung referensi cahyani, h.d. & friyatmi, f. (2025). jiip jurnal ilmiah ilmu pendidikan penelitian di sdn sembaturagung 01 (laporan guru sekolah) jurnal pendas, universitas pendidikan indonesia wijaya, l.d.c., soesilo, t.d., tagela, u. jurnal wahana konseling pratiwi, a. & yusnaldi, e. jurnal basicedu pujiyana rekan-rekan. (2025). indonesian journal of social science artikel kompas tentang dampak game online Di rangkum oleh Azka Syahmi Gunadi

Baca lebih lanjut