Artikel

Postingan oleh tim SMP ALMIRA

Kesehatan Mental Remaja di Era Media Sosial

Card image cap
Kesehatan Mental Remaja di Era Media Sosial

Postingan oleh. SMP ALMIRA di kategori News pada

27 November, 2025 | 10:09:42

  Media sosial kini menjadi bagian penting dalam kehidupan remaja. Hampir setiap hari mereka membuka berbagai aplikasi untuk melihat kabar terbaru, menonton hiburan, atau membagikan kegiatan yang mereka lakukan. Kehadiran media sosial membuat remaja merasa lebih dekat dengan teman meskipun tidak selalu bertemu. Banyak yang memakai media sosial untuk belajar hal baru, menambah wawasan, dan menunjukkan minat atau bakat yang mereka miliki. Fenomena ini membuat media sosial terasa seperti ruang kedua tempat remaja bisa berkembang.
  Walau begitu, penggunaan media sosial membawa beberapa tantangan besar bagi kesehatan mental. Remaja sering melihat unggahan orang lain yang tampak bahagia dan sempurna sehingga muncul perasaan bahwa hidup mereka kurang menarik. Tekanan untuk terlihat baik di dunia maya juga semakin kuat. Banyak remaja ingin unggahan mereka disukai banyak orang sehingga mereka menghabiskan waktu lama memikirkan foto mana yang harus diunggah. Situasi seperti ini membuat sebagian remaja merasa tidak cukup baik walau sebenarnya hal yang mereka lihat di internet belum tentu sesuai kenyataan.
  Tidak hanya perbandingan sosial, tetapi juga cyberbullying yang menjadi ancaman serius. Remaja bisa menerima komentar negatif tanpa mengenal pelakunya. Hinaan atau ejekan dapat menurunkan rasa percaya diri dan membuat remaja takut untuk tampil atau berpendapat. Bentuk serangan yang dilakukan di media sosial sering tidak terlihat oleh guru atau keluarga sehingga korban merasa sendirian.
  Dampaknya bisa muncul dalam bentuk kecemasan, sedih berkepanjangan, atau keinginan untuk menarik diri dari lingkungan sekitar. Dalam beberapa kasus tekanan ini membuat remaja sulit fokus belajar dan kehilangan ketertarikan pada hal yang selama ini mereka sukai.
  Selain masalah emosional, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat mengganggu pola hidup. Banyak remaja tidur lebih larut karena terus memantau notifikasi atau menonton video tanpa henti. Kurang tidur membuat tubuh lebih cepat lelah dan suasana hati menjadi tidak stabil. Ada pula yang merasa harus selalu online karena takut tertinggal berita atau tren tertentu. Rasa takut tertinggal ini dikenal sebagai FOMO dan bisa membuat remaja merasa gelisah saat tidak memegang ponsel.
  Kebiasaan ini pelan-pelan mengurangi kemampuan mereka untuk menikmati kehidupan nyata.
Walau dampaknya cukup besar, bukan berarti media sosial harus dihindari sepenuhnya. Remaja tetap bisa menggunakan media sosial dengan cara yang lebih sehat agar manfaatnya lebih besar daripada risikonya. Salah satu langkah penting adalah mengatur waktu pemakaian. Remaja bisa menentukan jam tertentu untuk membuka media sosial agar tidak menghabiskan waktu seharian. Selain itu penting juga untuk memilih konten yang membuat nyaman. Mengikuti akun yang membawa energi positif dapat membantu menjaga suasana hati dan mengurangi tekanan untuk selalu membandingkan diri.
  Berinteraksi di dunia nyata juga memiliki pengaruh besar pada kesehatan mental. Menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga memberikan dukungan emosional yang tidak selalu bisa ditemukan di dunia maya. Aktivitas di luar ruangan seperti olahraga ringan atau sekadar berjalan santai sangat baik untuk mengurangi stres. Remaja juga disarankan mencari kegiatan yang membuat mereka merasa produktif seperti membaca, menggambar, atau membantu pekerjaan rumah karena aktivitas tersebut membantu otak beristirahat dari tekanan digital.
  Ketika beban terasa terlalu berat, remaja tidak boleh ragu untuk bercerita. Mengungkapkan perasaan kepada orang yang dipercaya sering membuat hati lebih lega. Jika diperlukan, mencari bantuan dari guru BK atau konselor juga merupakan langkah yang tepat. Banyak remaja yang merasa malu untuk berbicara, padahal dukungan dari orang lain bisa mengurangi stres secara signifikan.
  Pada akhirnya media sosial adalah alat. Dampaknya pada kesehatan mental sangat bergantung pada cara penggunaannya. Remaja perlu mengenali batas diri, menjaga keseimbangan antara dunia digital dan dunia nyata, serta berani menjauh dari konten atau lingkungan online yang membuat mereka tidak nyaman. Dengan pemahaman dan pengelolaan yang baik, media sosial dapat menjadi ruang yang bermanfaat tanpa merusak kesejahteraan psikologis.

Kembali